
LAPORAN KEGIATAN ALFI SULSEL BARAT
Hari/Tanggal: Kamis, 14 Agustus 2025
Tempat: Hyatt Place Makassar
Waktu: 09.00 WITA – selesai
Pagi itu, 14 Agustus 2025, Makassar menyuguhkan langit biru tanpa ragu. Di Hyatt Place, para pelaku usaha, pemimpin organisasi, regulator, akademisi, dan insan media berkumpul dalam satu ruang energi positif. Saya hadir mewakili Ketua ALFI Sulselbar, Yodi Nalendra, membawa pesan: ALFI harus selalu ada di garis depan jejaring strategis.
Acara dibuka hangat oleh Redaksi Bisnis Indonesia, diikuti Keynote Speech Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili Ahmadi Akil. Pesan beliau jelas: ekonomi Sulsel tumbuh 4% year on year ditopang pertambangan, jasa, dan real estate tetapi pertumbuhan ini belum merata di Sulsel, sebagai hub Indonesia Timur, mesti memperkuat konsep ekonomi berbasis komoditas unggulan untuk 5–10 tahun mendatang.
Forum ini adalah bagian dari perayaan 40 tahun perjalanan Bisnis Indonesia, mengingatkan kita bahwa keberlanjutan adalah buah dari kolaborasi panjang, bukan kerja sesaat.
Rangkuman Materi Narasumber
1. Amri Nur Rahmat – Kepala Bisnis Indonesia
Menegaskan bahwa langkah kolektif lintas sektor adalah jalan keluar menghadapi tantangan ekonomi.
2. Munarti, ST, MM – Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri
Prospek global 2025 tetap menantang: hambatan perdagangan, kondisi keuangan ketat, ketidakpastian kebijakan.
Konflik Israel–Iran mengganggu jalur pelayaran, memicu kenaikan biaya logistik dunia.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 3% (naik dari 2,8% di 2024).
Ekonomi Sulsel Triwulan II 2025: konsumsi meningkat, belanja pemerintah turun tajam, ekspor naik tipis, pelaku ekspor menurun dari 202 (2020) menjadi 172 (2025) akibat tingginya biaya logistik.
3. Indra Natsir Dahlan – OJK Sulsel
Mengingatkan bahaya keuangan ilegal: kerugian nasional sudah tembus Rp142 triliun.
4. Dr. A. Nur Baumassepe – Akademisi
Melihat peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis Rp171 triliun yang sejalan dengan potensi Sulsel sebagai lumbung pangan.
5. Ridwan Marzuki – Redaktur Media Fajar
Mengkritisi anomali data BPS, menekankan pentingnya kepercayaan publik dan media sebagai lokomotif perubahan ekonomi daerah.
Catatan ALFI
Bagi saya, forum ini ibarat lahan subur tempat menanam benih kolaborasi. Dari sudut pandang logistik, biaya tinggi yang dipicu gejolak global adalah batu besar di tengah jalan. Tapi batu itu bisa kita pecah dengan palu sinergi—pemerintah, pelaku usaha, dan media agar jalannya lebih lapang dan lancar.
Kemajuan ekonomi Sulsel tidak cukup ditakar dengan angka statistik. Pertumbuhan harus terasa hingga ke pelosok, dari pelabuhan Makassar hingga sawah Bone dan pasar Wajo. Bisnis Indonesia Forum membuktikan bahwa ketika kita saling mengulurkan tangan, jalan menuju ekonomi inklusif semakin dekat.
Solusi ALFI Sulselbar
1. Konsorsium Logistik Bersama – berbagi armada dan gudang antaranggota untuk menekan biaya.
2. Negosiasi Tarif Kolektif – menggandeng pelabuhan dan shipping line untuk tarif khusus.
3. Ekspor Kolektif UKM – pusat konsolidasi kontainer untuk memudahkan UKM menembus pasar luar.
4. Digitalisasi Layanan – aplikasi pelacakan dan pengelolaan logistik terpadu.
5. Advokasi Infrastruktur – mendorong pemerataan jalur logistik hingga ke daerah penghasil komoditas.
Dengan semangat kebersamaan, ALFI Sulselbar akan terus menjadi penggerak logistik di Indonesia Timur, mengawal visi pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing, inklusif, dan berorientasi pada keuntungan bersama.
Makassar, 14 Agustus 2025
Salam hormat,
Asrul Sani Abu
Pengurus ALFI Sulselbar.