
Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) menilai sulitnya mendapat solar di Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan dampak operasional perusahaan angkutan logistik.
Kondisi tersebut membuat distribusi barang tersendat, ritase armada menurun, hingga pendapatan perusahaan dan pengemudi ikut tergerus.
ALFI/ILFA merupakan asosiasi yang mewadahi para penyedia jasa logistik, ekspedisi, dan freight forwarding guna membangun ekosistem distribusi yang efisien dan berdaya saing global.
Pantauan Tribun-Timur.com, selama satu pekan terakhir, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Makassar dipenuhi antrean.
Tidak jarang antrean mengular hingga ke bahu jalan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.
Salah satu yang menjadi langganan antrean panjang yakni SPBU 74.902.22 di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan pintu 1 UniversitasHasanuddin (Unhas).
Juga di SPBU 74.902.36 di Jalan Gunung Bawakaraeng, yang tidak jauh dari Pasar Terong Makassar.
Ketua DPW ALFI/ILFA Sulselbar, Yodi Nalendra, mengatakan sopir armada logistik kini harus menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan solar subsidi sebelum melanjutkan perjalanan, terutama untuk distribusi barang ke luar kota dengan jarak tempuh yang jauh.
“Dampaknya pasti ada. Sopir armada kami harus mengantre lama. Distribusi barang untuk luar kota, terutama yang jaraknya jauh, bahkan harus mengantre berhari-hari untuk memastikan armada bisa sampai ke tujuan dan kembali lagi ke Makassar,” kata Yodi, saat dihubungi Tribun-Timur.com, via WhatsApp, Kamis (23/7/2026).
Yodi menjelaskan kondisi tersebut membuat efisiensi ritase armada menjadi tidak optimal.
Ritase adalah jumlah perjalanan (trip) pulang-pergi yang dilakukan kendaraan pengangkut untuk mengantarkan barang dalam periode tertentu.
Dalam kondisi normal, satu armada dapat melakukan perjalanan sesuai jadwal.
Namun akibat sulit memperoleh BBM, waktu operasional banyak tersita untuk mengantre di SPBU.
Akibatnya, produktivitas armada menurun sehingga pendapatan perusahaan angkutan logistik maupun para sopir ikut mengalami penurunan secara signifikan.
Selain berdampak pada pelaku usaha logistik, kelangkaan solar subsidi juga menghambat arus distribusi barang ke berbagai daerah.
~AlfiSulselbar