24 Jan 2026 - 65 Views
Finalisasi Perumusan Kpi, Manual Dan Metadata Untuk Pengukuran Outcome Integrasi Transportasi Antar Moda Dan Multimoda
Zoom Meeting 22 Januari 2026 Pkl 09.00 WIB :
Oleh : BADAN KEBIJAKAN TRANSPORTASI KEMETERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
Berikut adalah poin-poin penting dalam finalisasi perumusan tersebut:
- Key Performance Indicator (KPI) Utama
KPI difokuskan pada peningkatan kinerja fasilitas, pengurangan waktu perjalanan, dan kemudahan perpindahan antar moda.
Segment Disutility (Waktu Terbuang): Mengukur efisiensi perpindahan moda, di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan integrasi yang lebih baik.
Waktu Transfer Antarmoda: Kecepatan perpindahan antar moda.
Ketersediaan Fasilitas: Tingkat penyediaan infrastruktur pendukung (misal: kiss and ride, park and ride, fasilitas pejalan kaki, wayfinding).
Biaya Logistik: Penurunan biaya logistik sebagai dampak langsung integrasi.
Indeks Kenyamanan Penumpang: Survei kepuasan terkait integrasi layanan.
- Manual Pengukuran (Pedoman Teknis)
Manual ini berfungsi sebagai panduan teknis bagi operator dan regulator, meliputi:
Prosedur Survei: Tata cara pengukuran waktu berjalan, waktu tunggu, dan survei efisiensi di stasiun/terminal.
Standardisasi Desain: Desain fisik jalur penghubung antar moda yang aman dan efisien.
Perhitungan Data: Rumus untuk menghitung segment disutility dan normalized score.
- Metadata Pengukuran Outcome
Metadata menyediakan konteks data untuk memastikan konsistensi pengukuran:
Definisi Operasional: Pengertian integrasi transportasi (penyatuan moda komplementer/substitusi) dan transportasi multimoda.
Metodologi: Pengumpulan data melalui data sekunder dan survei langsung di simpul transportasi (terminal/stasiun/pelabuhan).
Aktor Terkait: Pengambil kebijakan publik, operator moda, dan pengguna jasa.
Frekuensi Evaluasi: Evaluasi berkala (bulanan/tahunan) untuk melihat tren penurunan waktu terbuang dan peningkatan layanan.
- Fokus Integrasi Multimoda
Infrastruktur Fisik: Pembangunan pelabuhan, bandara, dan stasiun terpadu (intermoda).
Sistem Digital: Modernisasi jaringan dengan basis data terintegrasi.
Fokus Barang & Penumpang: Optimalisasi peti kemas/curah untuk logistik dan konektivitas antarmoda bagi penumpang.
Finalisasi ini krusial mengingat tingginya biaya logistik di Indonesia, yang mencapai 23% dari PDB, salah satunya disebabkan oleh kurangnya konektivitas infrastruktur pada simpul transportasi.
Peserta: PADARUDDIN
WKU Logistics Supply Chain & Digitalisasi ALFI SULSELBAR