
ALFI Sulselbar memetakan peluang sektor logistik dan strategi pengembangannya.
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memandang peningkatan kinerja logistik di Sulawesi Selatan (Sulsel), baik arus barang masuk maupun keluar, searah dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Berkembangnya industri di berbagai sektor seperti pertanian dan perkebunan, pertambangan, perikanan serta sektor lainnya yang dibarengi dengan pembangunan proyek-proyek infrastruktur, membuat industri logistik di Sulsel turut berkembang. Sektor pertanian pun seolah menjadi penopang kuat karena Sulsel sejauh ini menjadi daerah utama lumbung pangan dalam pengadaan beras yang memberi suplai kebutuhan untuk Indonesia Timur. Belum lagi berbagai komoditas lain seperti jagung, lada, hingga cengkeh. Dengan keunggulan tersebut, pelaku industri diharuskan menangkap peluang ini untuk meningkatkan kapasitas produksinya melalui investasi sistem dan teknologi terkini.
Ketua DPW ALFI Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Yodi Nalendra tak memungkiri, di masa yang akan datang digitalisasi logistik bisa memberi peran penting dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi Sulsel. Apalagi pemerintah telah menerapkan digitalisasi melalui Single Submission Pabean Karantina atau SSm QC yang merupakan sistem penyampaian data dan informasi secara tunggal untuk dokumen Permohonan Tindakan Karantina (PTK) dan pemberitahuan pabean impor, sebagai bagian dari program National Logistics Ecosystem (NLE).
Penulis : Nugroho Nafika Kassa – Bisnis.com